Monday, November 10, 2014

Mengatasi dan Mengetahui Keputihan pada Miss V

Apa itu keputihan (fluor albus) ?
Keputihan adalah keluarnya cairan bukan darah yang berlebihan dari kelamin perempuan (vagina)

Apakah keputihan selalu berarti ada yang tidak normal?
Keputihan dapat bersifat normal/fisiologis maupun abnormal/patologis.

Dari mana sumber keputihan normal ?
Keputihan normal mengandung lepasan jaringan vagina, jaringan leher rahim, lendir endoserviks dan bakteri yang baik terutama golongan Lactobacillus. Sekret vagina ini adalah sesuatu yang alamiah untuk membersihkan diri, sebagai pelicin dan pertahanan  dari berbagai infeksi. Siklus mens berpengaruh pada jumlah cairan yang keluar dari vagina. Pada fase pematangan telur (fase folikel) jumlah cairan yang keluar makin meningkat dan mencapai puncaknya pada saat ovulasi. Setelah itu kualitas cairan menjadi lebih kental.

Bagaimana ciri-ciri keputihan yang normal ?
Keputihan masih tergolong normal bila :
1. Bentuknya cair/encer
2. Warna bening atau sedikit putih
3. Jumlahnya sedikit
4. Hampir tidak berbau
5. pH asam, antara 3,8 – 4,5
6. Tidak menimbulkan rasa gatal atau nyeri.

Lalu bagaimana ciri-ciri keputihan yang abnormal/patologis ?
Bila cairan yang keluar dari vagina memiliki karakteristik seperti di bawah ini :
1. Bentuknya kental
2. Berwarna putih susu, kuning atau hijau
3. Dalam jumlah banyak
4. Berbau tidak sedap
5. Menimbulkan gatal kadang nyeri pada genital dan sekitarnya
6. Mengandung darah

Apa penyebab keputihan yang abnormal/patologis ?
1.  Hygiene yang jelek
2.  Pemakaian obat-obatan dalam waktu lama, terutama antibiotik
3.  Stress
4. Infeksi. Dapat disebabkan oleh bakteri, gonorrhoe, parasit trichomonas, jamur Candida dan virus (HPV, Herpes, AIDS)
5.  Kanker leher rahim

Apa Dampak dan Bahaya Komplikasi keputihan abnormal/patologis ?
Infeksi vagina yang tidak dikelola dengan baik dapat menyebar ke sistem reproduksi bagian atas sehingga memicu radang, penyumbatan lubang dan saluran sistem reproduksi. Ini dapat mengakibatkan infertilitas/kemandulan.

Apa pemeriksaan penunjang untuk keputihan abnormal/patologis ?
Untuk memastikan penyebab keputihan abnormal maka dokter akan menyarankan pemeriksaan sekret vagina dan Pap smear, pada kasus tertentu perlu dilanjutkan biakan kuman dan tes resistensi.

Bagaimana Cara Mengatasi Keputihan ?
1. Tanpa Obat
    Menjaga daerah genital agar tetap bersih dan higienis
    Hindari mandi / berendam pada kolam umum
    Gunakan celana dalam dari bahan katun, tidak menggunakan celana dalam yang ketat.
    Mengurangi stress

2. Dengan obat
Konsultasikanlah dengan dokter karena dokter akan memberikan obat-obatan sesuai dengan penyebab keputihan yang dialami.  Bila setelah pengobatan dari dokter (umumnya dengan antibiotik dan anti jamur) keputihan tidak juga sembuh, maka sebaiknya dicek kembali. Keputihan yang terus menerus dapat disebabkan karena ada nya penyakit serius seperti kanker leher rahim. Ini biasanya ditandai dengan cairan banyak, bau busuk, sering disertai darah tak segar.

adapun cara lain yang dapat anda gunakan untuk mengatasi keputihan yaitu :

1. Gunakan Pembalut yang tepat
Teman akrab bagi wanita ketika sedang menstruasi, pembalut wanita. Tidak dapat dihindari lagi pembalut merupakan cara simple yang sering digunakan untuk wanita yang sedang menstruasi agar mampu menyerap darah agar tidak meleleh kemana mana. Tapi taukah anda , salah memilih pembalut justru membuat anda mengalami keputihan . Pilihlah pembalut yang menggunakan bantalan kualitas, mengandung kandungan herbal . Dan yang terpenting gantilah pembalut 4 jam sekali dalam sehari.

2. Usahakan menjaga kelembapan Miss.V
Menurut Dr. Adhi Bhakti Ginanjar, SpOG Spesialis Kebidanan & Kandungan menjaga kelembapan Mis.V merupakan pencegahan awal untuk menghindari keputihan. Tingkat keasaman yang baik untuk miss.V adalah 3,5 . Perubahan warna dan bau yang tidak sedap dapat disebabkan karena tingkat keasaaman yang tinggi dan bila dibiarkan kemungkinan terjadi nyeri pada kewanitaan . Untuk menjaga kelembapan Miss.V maka disarankan untuk tidak membersihkan vagina dengan douching (obat semprot air) karena bisa mengganggu keseimbangan ph pada vagina. Penggunaan douche justru bisa meningkatkan risiko iritasi.

3. Bersihkan Miss.V dengan tepat
Selain kelembapan yang terpenting adalah menjaga kebersihan Miss.V yaitu dengan cara teratur dan ketika membersihkan vagina usahakan dari arah depan ke belakang (dari arah vulva ke anus) hal ini untuk menghindari kuman yang menempel di anus ke vagina.

4. Tradisional , Daun Sirih
Daun sirih memiliki kandungan minyak terbang (batlephenol) dan kandungan kavinol yang memiliki kegunaan mematikan kuman, kandungan antioksidan dan anti jamur.. Maka tak heran nenek moyang terdahulu menggunakan daun sirih untuk mengatasi keputihan. Adapun cara yang tepat yaitu dengan mengambil 10 lembar daun sirih yang sudah dicuci kemudian siapkan kurang lebih 2 liter air ke dalam panic dan merebusnya, sesudah direbus dinginkan air rebusan tadu dan basuhkan ke seluruh organ bagian kewanitaan.

5. Memperbanyak Konsumsi bawang putih
Selain terkenal dengan bumbu masak. Saat ini bawang putih tidak saja dikenal bahan penyedap akan tetapi mempunyai khasiat kesehatan . Bawang putih memiliki sifat anti bakteri, anti kulat, dan anti virus memungkinkan meraka untuk menghambat perkembangan bakteri, kulat (jamur), dan virus. Penelitian menunjukan bahwa bawang putih memiliiki kekuatan antibakteri. Meningkatkan konsumsi bawang putih akan membantu anda mengatasi keputihan.

6. Hindari stress , olahraga teratur dan pola makan seimbang
Menghindari diri dari stress dan melakukan olahraga seimbang merupakan solusi tepat untuk anda. Lakukan olahraga satu minggu dua kali secara teratur . Komsumsi pula makanan yang sehat seperti minum susu ataupun yogurt karena kandungan di dalam susu terdapat bakteri baik yang menjaga keseimbangan bakteri candida.Demikian cara mengatasi keputihan pada wanita, semoga hal ini bermanfaat dan tidak ada salahnya untuk mencoba. Dan bila ada infeksi maka harus diberikan antibiotic yang tepat sesuai dengan resep dokter.


No comments:

Post a Comment