Tuesday, December 9, 2014

UGM Melepaskan Ribuan Telur nyamuk Aedes Aegypti

UGM Melepaskan Ribuan Telur nyamuk Aedes aegypti di bantul, Tim Peneliti Eliminate Dengue Project (EDP) Universitas Gadjah Mada kembali resmi melepas ribuan telur nyamuk Aedes aegypti ber-Wolbachia di wilayah Dusun Singosaren 3 dan Jomblangan, Bantul. Pelepasan telur nyamuk ini dilakukan secara simbolis oleh Wakil Gubernur DIY Paku Alam IX dengan menaruh sebuah ember berisi 50 butir telur nyamuk ber-wolbachia di salah satu rumah milik warga Dusun Jomblangan, Senin (8/12/2014).

Bakteri wolbachia adalah bakteri yang biasa hidup di sekitar 70 persen serangga di dunia. Bakteri ini ada di serangga seperti kupu-kupu, lalat, ngengat, namun ternyata tidak terdapat di nyamuk yang biasa membawa virus demam berdarah dengue

Bakteri ini dapat memblokir terinfeksinya nyamuk oleh virus dengue yang menyebabkan demam berdarah. Nyamuk yang sudah mengandung wolbachia itu pun akhirnya tidak dapat menyebarkan virus itu ke tubuh manusia. "Manusia tidak akan merasakan perbedaan antara digigit oleh nyamuk yang mengandung wolbachia ataupun tidak. Dan ini bakteri ini aman untuk manusia," kata peneliti dengan gerakan bernama Eliminate Dengue ini yakin.

Nyamuk yang mengandung bakteri ini pun hidupnya akan menjadi lebih singkat. Dari biasanya usia nyamuk berkisar sekitar 30 hari, setelah mengandung Wolbachia, nyamuk itu bisa hanya berusia 15 hari saja. "Hal ini juga dapat mengurangi berkembangnya virus DBD, karena nyamuk betina yang dapat menularkan virus DBD itu, biasanya berusia 30 hari. Dengan usia yang lebih muda, semakin sedikit pula jumlah nyamuk yang dapat menularkan virus itu," katanya.

Widi purwanto, warga RT 9 Dusun Jomblangan, menyambut baik penelitian nyamuk yang mengandung bakteri wolbachia di wilayahnya. Dia mendukung penelitian ini karena ia percaya penelitian ini bermanfaat bagi masyarakat. Ia pun bersedia rumahnya untuk dijadikan tempat puluhan telur nyamuk ditetaskan selama kurang lebih dua minggu. “Saya percaya dengan penelitian ini karena bisa menghasilkan sesuatu yang positif nantinya,” kata Widi yang mengaku lebih dari empat kali mengikuti peremuan dengan tim EDP Senin (8/12/2014).

Ketua Tim EDP, Adi Utarini mengatakan pelepasan nyamuk yang mengandung bakteri wolbachia merupakan program penelitian mendukung upaya pemerintah dalam pengurangan penyebaran penyakit demam berdarah. Menurutnya penelitian tim EDP menggunakan bahan alami berupa bakteri wolbachia yang biasa ditemukan pada serangga. “Teknologi wolbachia alami, aman dan berkelanjutan. Pelepasan sebelumnya di Sleman ternyata nyamuk wolbachia ini dapat berkembang secara alamiah tidak menimbulkan efek bagi masyarakat dan lingkungan,” kata Adi Utarini.

Meski baru dalam tahap penelitian, Adi Utarini menegaskan pihaknya terus melakukan perbaikan dan pengembangan penelitian dari sisi teknologi. Bahkan perkembangan penelitian ini terbuka untuk diketahui oleh masyarakat luas. Siapa pun bisa meninjau langsung laboratorium pengembangan nyamuk wolbachia yang berada di kampus UGM. (Fathi mahmud)


No comments:

Post a Comment